Mt. Longonot

Gunung Longonot terletak sekitar 60 km dari kota Nairobi, sekitar 2 jam perjalanan darat melewati jalan berkelok-kelok sekitar Great Rift Valley dengan pemandangan yang luas, sepanjang jalan di Great Rift Valley ini kita bisa menemukan viewing point (tempat istirahat sekaligus melihat pemandangan sekitar).

Ketinggian gunung ini adalah  2780 m asl (atau dpl klo dikita sih), medan nya cukup curam di beberapa tempat, tapi yang paling khas adalah debu lepas disepanjang perjalanan dan panas yang cukup menyengat, berhubung vegetasi yang ada disekitarnya pohon-pohon kecil yang tidak tinggi, jadi siap-siap untuk over heated :D.

Untitled-4.jpg
Mt. Longonot diambil dari jalan utama

Mendaki gunung  ini mengingatkan aku dengan Gunung Tangkuban Perahu di Lembang, Bandung, karakter crater rim nya hampir mirip, bahkan sepertinya ukuran kalderanya juga ngak jauh beda, yang membedakan hanya proses pendakiannya saja, kalo Tangkuban Perahu kita udah sampe langsung di salah satu sisi crater rim nya saat turun kendaraan dan warung-warung makanan sepanjang perjalan, disini sedikit serius, semenjak gerbang masuk sudah bebas dari warung-warung dan mulai mendaki sampai sekitar 2 jam untuk sampai di sisi crater rimnya.

Untitled-6.jpg
Gimana ? mirip kan sama Tangkuban Perahu ?
Untitled-2
Perjalanan dari gerbang menuju crater rim
Untitled-8.jpg
Salah satu sisi crater rim, lumayan 7.2 km lagi untuk sampe ke puncak dan berputar sampe ke tempat ini lagi.

Dengan ini kami sampaikan rekaman keberadaan suasana disekitar crater rim Mt. Longonot, semoga bapak ibu sekalian berkenan :p (berasa familier sama bahasa gitu).

Untitled-3.jpg
Sama seperti Tangkuban Perahu, Longonot jadi tempat aku ngadem (manas lebih tepatnya) klo libur dan jenuh

Perjalanan menuju puncak ngak bisa dianggap enteng, jalan berdebu dan pasir yang lepas membuat kita harus jalan duluan klo mau enak, tapi klo pas hari libur nasional disini dan akhir pekan, jangan berharap bisa bersaing sama orang lokal sini, klo lukman temen aku digelari nama “munding” (kerbau) karena ketahanan fisiknya, orang sini bisa di kasih gelar “bison” kali ya :)) … kenapa ? ya fisik nya yang berlipat-lipat kali ganda, kita mah engos-engosan, dia mah lari-lari, klo lari-lari sambil turun sih masih masuk akal kadang kita melakukan hal yang sama, tapi ini mah lari pada kondisi jalan yang menanjak dan terjal … super sekali (komentar marteg klo dia ada disini).

Untitled-5.jpg
Puncak Mt. Longonot
Untitled-7.jpg
Perjalanan menuju puncak

Hal lain yang menarik dengan gunung ini adalah, saat kita mendaki dipagi hari, saat kita menjadi pendaki pertama, kita punya peluang untuk bertemu teman yang lain, kerbau, jerapah, thomson’s gazelle, zebra ; pengalaman yang cukup menarik (sambil tegang).

Untitled-9.jpg
Panas dan berdebu, and open wide

Mendaki gunung sampai hari ini masih menjadi hal yang menarik buat aku, apapun itu, cape, panas, debu, jauh … kadang ada rasa kangen dan ternyata memang, atmosfir yang sama selalu membuat ketagihan, atmosfir yang ngak ditemukan ditempat lain, ya dipuncak-puncak gunung tempat para highlander bertahta :)).

Untitled-10.jpg
Campsite, klo mau bermalam, tepat dikaki gunung Longonot

Dan para Highlander selalu  yakin … Tuhan hadir di hembusan angin yang menerpa di antara puncak puncak gunung. :)) :p

–fg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s